Via Regianya Buktikan Peran Duta Wisata Lebih dari Selempang

img

Via Regianya Setiawati salah satu Dara Kukar 2016. (pic:ist)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Tak harus menjadi juara pertama untuk bisa bersinar. Kalimat ini seolah menggambarkan perjalanan inspiratif Via Regianya Setiawati (33), salah satu finalis Teruna Dara Kutai Kartanegara (Kukar) tahun 2016 yang justru menjelma menjadi wajah pariwisata Kukar hingga kancah nasional.

 

Saat mengikuti ajang Teruna Dara Kukar 2016, Via memang hanya berhasil masuk 10 besar bukan sebagai juara pertama. Namun hal tersebut tidak mematahkan semangatnya. Meski bukan juara pertama Via dipercaya untuk mewakili Kukar di berbagai acara duta wisata.

 

“Setiap tahun dipilih 20 finalis, 10 teruna dan 10 dara. Waktu itu aku hanya sampai 10 besar. Tapi karena pemenangnya kurang aktif, aku yang kemudian sering dilibatkan. Dari situ, banyak yang mengira aku juara satu,” ungkap Via saat diwawancarai Poskotakaltimnews Sabtu (29/06/2025).

 

Namun bagi Via, masuk 10 besar saja sudah sangat bermakna. Sebab, semua finalis yang masuk 10 besar otomatis menjadi bagian dari Duta Wisata Kukar.

 

Dari situlah langkah Via tak terhenti. Tahun berikutnya, ia justru melangkah lebih jauh. Lewat jalur seleksi terbuka nasional, Via berhasil mewakili Kalimantan Timur langsung ke ajang Putri Pariwisata Indonesia 2017, tanpa harus melalui seleksi tingkat provinsi.

 

“Waktu itu, seleksi umum langsung ke nasional. Jadi aku melewati satu tahap. Itu sebuah berkah dan juga tanggung jawab besar,” ujar Via.

 

Bergabung dalam duta wisata membuat Via semakin matang. Ia mengaku kemampuan publik speakingnya terbentuk dari berbagai pengalaman mengisi materi dan bertemu dengan banyak orang. Relasi pun terbuka luas, tidak hanya di Kukar, tapi juga di tingkat nasional.

 

“Teruna Dara itu rumah pertama aku. Di situlah langkah awal aku terbentuk. Jejaring aku terbentuk dari situ. Jadi ketika aku lulus kuliah, aku bisa langsung dapat pekerjaan karena orang sudah kenal dan tahu karakter aku sejak jadi duta wisata,” terangnya.

 

Via juga  menceritakan,  pada tahun 2017 dan 2018 pemilihan duta wisata Kukar sempat vakum, Via pun menjabat sebagai duta wisata selama tiga tahun penuh.

 

Dalam kesempatan itu ia mengaku memanfaatkan waktu itu sebaik mungkin untuk membangun jejaring, mempromosikan Kukar, dan menanamkan kesan positif sebagai wakil generasi muda daerah.

 

“Yang harus dipahami, jadi duta wisata itu bukan hanya soal selempang dan tampilan luar. Tapi tentang niat tulus mengabdi, mempromosikan potensi daerah, dan mempersiapkan diri untuk masa depan,” tegas Via.

 

Kini, Via berharap semakin banyak anak muda Kukar yang tertarik mengikuti ajang Teruna Dara dengan semangat yang sama—bukan sekadar ingin dikenal, tapi sungguh-sungguh ingin berkontribusi.

 

“Insyaallah, apa yang kita dapatkan saat menjadi duta wisata itu akan bermanfaat besar. Relasi, pengalaman, dan ilmu yang didapat benar-benar akan menjadi dorongan untuk masa depan,” tuturnya.

 

Melalui kisahnya, Via Regianya membuktikan bahwa kesempatan tak selalu datang dari gelar juara. Tapi dari kesungguhan, komitmen, dan kesiapan untuk mengambil peran di setiap peluang yang datang.

 

Tidak hanya berhenti di sana, Via pun aktif dalam berbagai kegiatan seperti menjadi juri Teruna Dara Kukar 2025, News Anchor pada program TV Nasional, serta direktur pada sebuah penyiaran radio.

 

Sementara itu Plt. Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad. Ia menilai kisah Via Regianya salah satu alumni Teruna Dara Kukar, merupakan contoh nyata bahwa ajang duta wisata bukan hanya soal kompetisi, tapi tentang komitmen dan kontribusi jangka panjang.

 

“Kami sangat mengapresiasi para alumni Teruna Dara yang tetap aktif bahkan setelah masa jabatannya berakhir. Sosok seperti Via adalah cerminan dari semangat duta wisata yang sejati dia tidak hanya mewakili Kukar di forum nasional, tapi juga membuktikan bahwa pengalaman ini benar-benar bisa membuka jalan dan membentuk masa depan,” tutur Ivan.

 

Dirinya juga menambahkan bahwa Dispar Kukar akan terus mendukung anak-anak muda yang ingin terlibat dalam kegiatan promosi pariwisata dan ekonomi kreatif.

 

“Kami berharap makin banyak generasi muda yang terinspirasi untuk ikut berkontribusi lewat ajang ini, bukan hanya untuk eksistensi pribadi, tetapi juga sebagai bentuk cinta terhadap daerah,” pungkasnya. (Adv/Tan)